Setelah kering festival rave di Jakarta, akhirnya di penghujung tahun 2011, Ismaya Live menghadirkan Rave terbesar tahun ini, Djakarta Warehouse Project. Festival ini menampilkan 9 DJ Internasional dan puluhan artis lokal di 3 area yang bertempat di lokasi yang masih virgin, Tennis Indoor Senayan. Seperti di tahun sebelumnya, event ini diselenggarakan di hari Jumat, tahun ini tanggal 9 Desember 2011.
Pemilihan Tennis Indoor Senayan menurut Ravelex adalah pilihan yang sangat tepat. Bosannya partygoers dengan tempat yang itu itu saja mungkin adalah salah satu penyebab enggannya mereka datang ke festival sejenis akhir akhir ini, mengakibatkan banyak yang sepi pengunjung. Dengan pilihan tempat yang baru ini membawa angin segar, selain tempatnya baru juga letaknya tepat di tengah kota.
Total luas area Tennis Indoor Senayan mungkin tidak sebesar lokasi di tahun sebelumnnya, Pantai Carnaval Ancol, tapi Ismaya berhasil menyulap lokasi itu menjadi 3 area yang benar benar beda.
Area utama berada di indoor tennis diberi nama RED area, area tertutup ini dilengkapi dengan air conditioning sehingga cukup adem saat masuk kedalam. Panggungnya cukup besar dengan screen LED yang megah. Seluruh lantai di area ini terbuka lapang, dan setengah dari tempat duduk tribune bisa dipakai untuk duduk duduk. Yang main di area ini adalah artis andalan seperti Bob Sinclar, Roger Sanchez, Ladytron dan Chuckie.
Area kedua, yaitu White Area berada di berseberangan dengan area utama, yaitu di tennis outdoor. Set panggung di area ini cukup unik dengan menempatkan instalasi visual ala Godskitchen Fusion Cube, artis yang main ada di dalam kubus visual yang dikendalikan oleh VJ of the year REDMA 2010 Lost Siska dan Raphael. Untuk mengantisipasi hujan yang bisa tiba tiba mengguyur, setengah dari area ini diberi terpal sehingga tamu (VIP) akan tetap kering kalau terjadi (sukurnya tidak) hujan. Di area ini musiknya campur aduk antara Dubstep, hip hop sampai house dan ditutup dengan sajian trance dari emma hewitt dan Cosmic Gate.
Area terakhir berlokasi ditengah tengah kedua area besar diatas. Black Area ini tidak semegah area lain, kecil tapi cukup nyaman untuk dimasuki. Dengan panggung kecil, area ini menampilkan musisi yang main live seperti Ello, Sherina, Agnes Monica, Groove Monkeys, Moonlight Matter sampai Hogi Wirjono. Ruangan indoor kecil ini dilengkapi AC, jadi enak buat ngadem.
Diluar area diatas kita bisa nemuin booth makanan yang disajikan oleh grup restoran Ismaya dan hal hal unik, Salah satu yang menarik adalah booth Google+, dimana lo bisa ambil foto dan berinteraksi secara maya dengan event ini.
Dengan lineup yang gokil dan promosi gila gilaan, Djakarta Warehouse Project berhasil mengundang ribuan partygoers datang ke acara ini. Tidak seperti festival biasanya, event ini sudah di semuti manusia pada pukul 9 malam. Di jam peak time, RED area sudah penuh sesak dari lantai festival sampai ke tribune, sudah lama kita gak ngerasain crowd sebanyak ini, sampai sampai susah banget untuk bisa keluar, apalagi untuk maju sampai ke depan panggung. Headline tahun ini, Bob Sinclar, Roger Sanchez dan Chuckie berhasil menyihir ribuan tamu malam itu untuk tidak beranjak kemana mana. Gak kalah seru di area putih, penampilan yang ditunggu tunggu Emma Hewitt berhasil menghangatkan jakarta yang saat itu sedang mendung dan dingin.
Bottomline, Djakarta Warehouse Project sukses memuaskan dahaga ravers Jakarta yang sudah rindu dengan acara bermutu. Mereka membuktikan janji mereka menghadirkan the biggest dance music festival tahun ini. Hal ini tak lepas dari profesionalisme dan kerja keras panitia yang menyiapkan event ini berbulan bulan juga promosi yang baik, lineup yang menjual dan pemilihan tempat yang pas.
Kedepannya semoga Djakarta Warehouse Project akan bisa terus mempertahankan kualitasnya, sehingga event ini bisa jadi icon event andalan Jakarta yang bisa ditunggu tunggu setiap tahunnya oleh crowd lokal atau mungkin saja internasional. And for that bombshell i would like to conclude that The Raves not dead yet, see you next year Djakarta Warehouse Project...




